Selasa, 02 September 2014

LAPORAN INTERVIEW
DIALOG ANTAR AGAMA
MENURUT ISLAM

OLEH:
KELOMPOK AGAMA ISLAM:
·         AMADEA. T
·         DEARMAN. S
·         EUNIKE D. H
·         MARISA. S
·         PINONDANG. M
·         RAMADHAN
·         SILVIA. M

Kata Pengantar
Puji syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Karena  atas rahmat-Nya lah yang telah diberikan kepada kami. Karena  kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ Laporan Interview menurut agama Islam” Yang bertujuan  untuk menyelesaikan tugas Agama. Walaupun hasilnya masih jauh dari apa yang diharapkan pembimbing. Namun ini dapat menjadikan sebuah awal  pembelajaran untuk dapat menambah pengetahuan yang luas di lapangan. Pantaslah penulis merasa berbahagia karena dapat menghasilkan tulisan ini. 
            Terimakasih juga kami ucapkan kepada guru pembimbing Bpk. Amron Sinaga. Yang telah membantu untuk membimbing kami selama melakukan interview. Tanpa bimbingan dari beliau penulis merasa tidak dapat menyelesaikan makalah ini sesuai dengan semestinya. Penulis merasa bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Maka kami berharap agar pembaca dapat memberi saran yang dapat membangun untuk mendukung makalah ini agar menjadi lebih sempurna. Terimakasih juga kami ucapkan atas kerjakeras dan saran serta informasi yang diberi untuk menghasilkan makalah ini.
            Harapan penulis, makalah ini dapat berfungsi bagi sebagaimana mestinya. Terima kasih

Medan,30 Agustus 2014


Penulis








Daftar Isi

Cover……………………………………….……………………………….…………………1

Kata pengantar……………………………………………..…………………………………..2

Daftar isi……………………………………………………………………………..………...3

BAB 1 Pendahuluan…………………………………………………………………..……….4
1.1    Pengertian Dialog………………………………………………………....………4
1.2    Pengertian Agama……………………………………………………...….……...4
1.3    Pengertian Dialog Antar Agama…………………………….……………...…….5
1.4    Manfaat Dialog Antar Agama……………………………….……………..…….5
1.5    Tujuan Dialog Antar Agama………………………………….…………….……6

BAB II Isi……………………………………………………………………………..………7
            2.1 Lokasi dan Waktu Interview……..………………………………….…………….7
            2.2 Responden…………………………………………………………………………7
            2.3 Hasil Wawancara………………………………………........................…………..7

BAB III Penutup……………………………………………………………………..………10
            3.1 Kesimpulan…………………………………………………………….……..…..10
            3.2 Saran…………………………………………………………….…………….….10

Lampiran………………………..……………………………………………………………11





BAB I
Pendahuluan
1.1  Pengertian Dialog
Dialog adalah upaya untuk menjembatani bagaimana benturan bisa dieliminir. Dialog memang bukan tanpa persoalan, misalnya berkenaan dengan standar apa yang harus digunakan untuk mencakup beragam peradaban yang ada di dunia. Dialog antar umat beragama merupakan sarana yang efektif menghadapi konflik antar umat beragama. Pentingnya dialog sebagai sarana untuk mencapai kerukunan, karena banyak konflik agama yang anarkis atau melakukan kekerasan. Mereka melakukan pembakaran tempat-tampat ibadah dan bertindak anarki, seperti penjarahan dan perusakkan tempat tinggal


1.2  Pengertian Agama
Agama merupakan masalah yang sangat sensitive bagi suatu bangsa, karenaagama merupakan identitas suci dibandingkan identitas sosial lainnya. Ketika terjadikrisis, agama menjadi symbol pemersatu di satu sisi, dan pada sisi lain agamamenjadi factor pemecah belah. Krisis multidimensional yang melanda Indonesia sejak1997 sampai sekarang menunjukan agama sebagai gejala sosial yang lebih bersifatmemecah belah kesatuan dibanding dengan mempersatukan.
Seperti yangdiungkapkan M. Rasjidi, bahwa agama adalah masalah yang tidak dapat ditawar-tawar, apalagi diganti.Ia mengibaratkan bahwa agama tidak seperti rumah atau pakaian yang bisa diganti-ganti semau hati. Jika seseorang memeluk keyakinan, makakeyakinan itu tidak dapat dipisahkan darinya. Berdasarkan keyakinan inilah,menurutnya bahwa umat beragama sulit untuk berbicara secara objektif dalam soalkeagamaan, karena manusia dalam keadaan (terlibat)dengan hal tersebut.
Agama merupakan salah satu pembatas peradaban. Artinya, umat manusia terkelompok dalam agama Islam, Kristen, Katolik, Kong Hucu dan sebagainya. Potensi konflik antar mereka tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi pecahnya konflik antar umat  beragama perlu dikembangkan upaya-upaya dialog untuk mengeliminir perbedaan-perbedaan pembatas di atas.



1.3  Pengertian Dialog Antar Agama
Kata dialog antar agama menunjukkan kepada pertemuan serta percakapan antara orang orang yang berbeda agama yang diadakan untuk saling mengenal dan saling belajar mengenai agama yang diyakini. Timbul kesadaran bahwa kesaksian mengenai Tuhan bukan gerakan satu arah saja dari yang bersaksi kepada yang menerima kesaksian. Dialog bukan hanya untuk pengkabaran injil semata, melainkan dialog didorong oleh pendapat bahwa bagaimana kita bersaksi yang baik kepada orang lain. Dialog juga memajukan saling pengertian antara orang – orang yang berbeda agama. Perbedaana dapat saling tersebut pun dapat saling menyatukan keyakinan antar agama tersebut mengenai agama mereka masing – masing. Pemberitaan injil berupa kesaksian – kesaksian memang sangatlah penting, karena dapat membina kekeluargaan antar umat beragama.
Rasa ingin tahu mengenau agama yang lain pastilah sangan biasa dilakukan, oleh karena itu sangat dibutuhkanlah dialog anatar umat beragama.
1.4  Manfaat Dialog Antar Agama
Dialog merupakan suatu pembicaraan yang menghubungakan satu orang denganorang atau pun sekelompok orang yang berbicara (cakap) yang lebih dari satu orang,dan dialog tersebut memiliki manfaat bagi pembicara. Diantaranya manfaat tersebutadalah:
v  Pada tingkat Pribadi. Dialog dapat meningkatkan sikap salingmemahami, serta mengembangkan kebersamaan dan salingmenghormati.-
v  Tingkat ditempat kerja. Yang memberikan manfaat yang dapatmembantu kelancaran perencanaan, pelaksanaan dalam evaluasi kerja.-
v  Tingkat Masyarakat. Dialog dapat memjadi sarana untuk salingmemahami, menerima, dan kerjasama antar berbagai kelompok yang berbeda latarbelakang baik dari segi budaya, pendidikan, ekonomi,idelogi, bahkan kepercayaan atau agama.-
v  Dalam tingkatan keseluruhan hidup bangsa. Dapat mencegah masalahnasional merencanakan dan melaksanakan pembangunan bangsa danmengambil arah hidup bangsa menuju masa depan.



1.5  Tujuan Dialog Antar Agama
Dialog antar umat beragama, bertujuan bukan untuk peleburan agama menjadi satu, sinkretisme (menciptakan ajaran agama baru yang tergabung dari unsur-unsur agama yang ada), supremasi agama satu ke agama yang lain bahwa dirinya benar, dan meniadakan perbedaan agama. Akan tetapi tujuan dialog antar umat beragama adalah positif, yakni
·         Tumbuhnya saling pengertian yang objektif dan kritis
·         menumbuhkan kembali alam kejiwaan yang tertutup oleh tirai pemisah karena tiadanya saling pengertian kepada alam dan bentuk kejiwaan yang otentik dan segar, yang memungkinkan dua belah pihak mengembangkan diri sendiri sebagai pribadi yang sejati... (sehingga) Dialog yang baik akan mengarah kepada terciptanya pertemuan pribadi-pribadi yang bentuk konkretnya berupa kerja sama demi kepentingan bersama
·         Untuk menumbuhkan pengenalan yang lebih mendalam kepada orang lain dan kemudian melahirkan keperdulian kepada sesame manusia.
·         Untuk menciptakan ketemtraman didalam masyarakat
·         Menjamin terbinanya kerukunan dan kedamaian yang terarah kepada suatu bebtuk kongkret.
·         Untuk menanggapi penderitaan yang terus bertambah dan menakutkan serta menyakitkan
·         Untuk menolong dan melayani orang lain menghadapi krisis kemanusiaan



BAB II
ISI

2.1   Lokasi dan Waktu Interview
Interview dilaksanakan pada hari Sabtu,9 Agustus 2014 di Universitas Sari Mutiara Indonesia.Tepatnya dikantor PSIKM bagian administrasi. Proses interview dimulai dari pukul 13.00 – 14.15 WIB

2.2   Responden
Responden adalah orang yang menjadi narasumber dalam melakukan wawancara. Yang menjadi responden kami dalam melakukan wawancara adalah ibu Hj. Siti Rahmah SKM, Mkes. Ibu ini merupakan salah satu dosen fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Sari Mutiara Medan. Narasumber kami pernah menempuh sekolah sarjana di salah satu univeversitas di Bogor, lalu Beliau melanjutkan pendidikannnya ke jenjang pasca sarjana.  Beliau menempuh sekolah pasca sarjana di salah satu universitas yang berada di medan. Sebelum mengambil gelar magisternya beliau bekerja dulu di Bogor dalam waktu 10 tahun. Setelah tamat dan mendapatkan gelar magisternya, beliau mulai bekerja di Universitas Sari Mutiara Indonesia. Sekarang beliau sudah berumur 58 tahun, akan tetapi beliau masih sangat aktif menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan.

2.3    Hasil Wawancara
Setelah melakukan wawancara, adapun hasil yang kami dapatkan ialah:
Kami akan menguraikan pertanyaan-pertanyaannya
Apakah kekhasan rohani Agama Islam itu?
“Semua agama pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menanamkan benih-benih kebenaran bagi setiap umat sehingga para umat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan kehidupan beragama khususnya di Indonesia menjadi lebih damai. Namun, setiap agama  tentunya memiliki kekhasan tersendiri, demikian pula pada agama Islam. Agama Islam memiliki beberapa ciri khas seperti yang sudah kita ketahui jika seseorang ingin masuk ke agama Islam atau yang sering disebut dengan “Muallaf” mereka hanya perlu mengucapkan 2 kalimat Syahadat, selain itu Shalat 5 waktu juga menjadi salah satu ciri khas dari agama ini dan kita juga tahu Doa dalam agama Islam sudah tersurat terlebih dahulu dalam surat-surat Al-Qur’an.

Mengapa doa-doa dalama Agama Islam itu sudah tersuratkan?
Mungkin kita sering bertanya-tanya mengapa doanya harus ditentukan, sehingga kesannya doa itu bukan keluar dari hati kita sendiri. Tapi ternyata ada maksudnya yaitu supaya doa itu lebih kompak diucapkan, dan juga supaya para Jemaah lebih fasih berbahasa Arab namun mereka juga bisa berdoa diluar dari doa yang telah ditentukan tersebut. Kita juga harus rajin berdoa karena dengan berdoa berarti kita berterimakasih atas anugerah Tuhan.

Apa peranan Agama Islam untuk mewujudkan bangsa yang damai?
Namun, kita tidak dapat pungkiri di negara Indonesia masih sering terjadi konflik antar agama. Ini terjadi karena tidak adanya pandangan yang baik tentang umat beragama bagi sebagian umat. Sebagai agama yang bertujuan untuk menciptakan kedamaian, agama Islam juga mengambil peran untuk menciptakan kedamaian antar umat beragama melalui beberapa cara, diantaranya adanya Piagam berisi Peraturan yang dibuat di Madinah yaitu mengarahkan umat untuk saling membantu sesama dalam menjalani kehidupan. Selain itu, ada juga surat Jafir yaitu surat yang berisi kebebasan dalam beragama, tidak boleh memaksa orang lain untuk pindah agama, menyembah Islam secara Islam, saling menghormati, saling menyayangi dan saling menghargai perasaan antar sesama sehingga dapat terjalin kehidupan yang damai. Para orangtua juga diarahkan untuk mendidik anak mereka sejak dini untuk menjadi anak yang bermoral bagus, memiliki cinta kasih, religius, taat beribadah, sabar dan selalu berbuat baik.

Bagaimanakah pandangan Agama Islam terhadap situasi kehidupan beragama di Indonesia saat ini?
Semua kita tentunya tahu, bahwa di Indonesia ini masih sering terjadi diskriminasi kepada umat minoritas oleh kaum mayoritas dan ini biasanya dilakukan oleh ormas-ormas contohnya FPI (Forum Pembela Islam). Umat Islam sendiri menanggapi ini sebagai permasalahan pandangan kita terhadap forum tersebut. Forum itu tentunya dibuat oleh kaum yang ingin merusak perdamaian antar umat beragama, dan jika kita tidak memiliki iman yang kuat, kita akan terpengaruh oleh mereka untuk melakukan kekerasan, ikut berpartisipasi untuk menjelek-jelekkan agama lain padahal kita sendiri tidak mengerti apa yang dipermasalahkan. Alangkah lebih baiknya jika kita tidak ikut mencampuri perdebatan antar  agama, karena jika kita terpancing itu pasti tidak akan menimbulkan kebaikan, malahan orang lain juga akan ikutan emosi, sehingga yang ada akan menimbulkan kekacauan yang lebih parah.

Bagaimana pandangan Agama Islam terhadap Agama Kristen/ Katolik?
Menurut pandangan dari Narasumber kami, semua tujuan agama itu sama, tidak membeda-bedakan antara agama Kristen, Khatolik, Budha, Hindu, maupun Konghucu. Semuanya, bertujuan untuk mengajarkan cinta kasih kepada setiap umatnya. Dan diajarkan juga bagaimana supaya semua umat manusia dapat saling menghargai sehingga setiap perbedaan yang ada bukan menjadi permasalahan melainkan setiap umat memandangnya dari sisi positif bahwa perbedaan akan menghasilkan banyak warna, yang jika dipadu akan menjadi suatu perpaduan yang indah.

Bagaimana dan apa harapan-harapan kedepan untuk menciptakan kehidupan beragama yang lebih baik?
Banyak harapan narasumber ini untuk mewujudkan kehidupan berbangsa yang lebih baik namun yang lebih baik adalah dengan memulainya dari diri kita sendiri, kemudian keluarga kita. Jika kita berbuat kebaikan maka kebaikan itu akan menular kepada orang disekitar kita sehingga dari lingkungan kita sendiri dapat tercipta lingkungan yang damai. Kita juga harus saling mengingatkan saudara kita apabila mereka berbuat kesalahan, kita menasihati mereka dengan cara yang baik karena kita tahu kasi menutupi banyak sekali dosa, jadi kita harus berbuat kebaikan dan mengasihi sesama kita sehingga tercipta kehidupan yang damai.”




BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Dari interview yang telah kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa dalam  ajaran agama Islam terdapat pernyataan bahwa sesungguhnya dalam semua agama, khususnya agama islam terdapat iman kepercaya yang benar. Hanya ada perbedaan pada cara penyampain dan pelaksaannya. Dan tidak ada suatu agama yang menganggap bahwa agama lain itu tidak benar.Karena setiap agama pasti mengajarkan benih-benih kebaikan yang ditujukan satu Tuhan Yang Maha Esa. Hanya saja ada jemaat / sekelompok orang yang tidak terlalu memahami apa sebanrnya maksud dari ajaran agamnya, sehingga mereka salah mengartikan dan akhirnya salah melaksanakan ajaran terbut.

3.2  Saran
Semua agama mengajarkan kebaikan dan kebenaran, maka jangan pernah beranggapan bahwa hanya ada satu agama saja yang benar dan agama yang lain tidak . Karena dengan memiliki pandangan dan anggapan yang seperti itulah yang dapat menimbulkan perpecahan dan peperangan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar